Senin, 27 Desember 2010

Asal Usul Kehidupan


Asal usus kehidupan

Kapan dimana dan dengan cara bagaimana kehidupan di bumi ini berawal? adalah pertanyaan yang terus menggoda para ilmuwan.

Berbagai teori asal-usul kehidupan telah disusun oleh para pakar tetapi belum ada satupun teori yang diterima secara memuaskan oleh semua pihak.

Teori tentang asal-usul kehidupan yang pernah disusun oleh para ahli di antaranya:

1. Kehidupan diciptakan oleh zat supranatural (ghalib) pada saat istimewa (teori kreasi khas)
2. Kehidupan muncul dari benda tak hidup pada berbagai kesempatan (teori generatio spontanea)
3. Kehidupan tidak berasal-usul (keadaan mantap)
4. Kehidupan datang di planet ini dari mana saja (teori kosmozoan)
5. Kehidupan muncul berdasar hukum fisika-kimia (evolusi biokimia)

Kita akan membahas teori no. 2 (teori generatio spontanea) dan teori no. 5 (evolusi biokimia).

Teori Generatio Spontanea
Biologi Kelas 3 > Asal-Usul Kehidupan        130

< Sebelum Sesudah >

Disebut juga teori Abiogenesis pelopornya seorang ahli filsafat zaman Yunani Kuno Aristoteles (384-322 SM) yang berpendapat bahwa makhluk hidup terjadi begitu saja pendapat ini masih terus bertahan sampai abad kc 17 -18 Anthony van Leenwenhoek (abad ke 18) berhasil membuat mikroskop dan melihat jasad renik di dalam air bekas rendaman jerami penemuan Leeuwenhoek (salah seorang penganut teori abiogenesis) memperkuat teori generatio spontanea teori terbukti makhluk hidup berasal dari benda mati (jasad renik berasal dari air bekas rendaman jerarni).

Beberapa ahli berusaha mengadakan penelitian untuk menyangkal teori generatio spontanea antara lain Franscesco Redi, Spallanzani dan Louis Pasteur.

Percobaan Redi dan Spallanzani masih belum dapat menumbangkan teori generatio spontanea karena menurut pendapat para pendukung teori tersebut bahwa untuk dapat timbul kehidupan secara spontan dari benda mati diperlukan gaya hidup dan gaya hidup pada percobaan Spallanzani dan Redi tidak dapat melakukan fungsinya karena stoples dan labu percobaan tersumbat rapat-rapat.

Pasteur mencoba memperbaiki percobaan Spallanzani dengan menggunakan tabung kaca berbentuk leher angsa atau huruf S untuk menutup labu walaupun labu tersumbat udara sebagai "sumber gaya hidup" dapat masuk ke dalam labu. Dengan percobaan ini Pasteur berhasil menumbangkan teori generatio spontanea.

Teori Evolusi Biokimia
Biologi Kelas 3 > Asal-Usul Kehidupan        131

< Sebelum Sesudah >

Evolusi Kimia

Menerangkan bahwa terbentuknya senyawa organik terjadi secara bertahap dimulai dari bereaksinya bahan-bahan anorganik yang terdapat di dalam atmosfer primitif dengan energi halilintar membentuk senyawa-senyawa organik kompleks.

Stanley Miller mencoba mensimulasikan kondisi atmosfer purba di dalam skala laboratorium. Ia merancang alat yang seperti terlihat dalam gambar di bawah ini.



Skema alat percobaan Miller

Miller memasukkan gas H2, CH4 (metan), NH3 (amonia) dan air ke dalam alat. Air dipanasi sehingga uap air bercampur dengan gas-gas tadi. Sebagai sumber energi yang bertindak sebagai "halilintar" agar gas-gas dan uap air bereaksi, digunakan lecutan aliran listrik tegangan tinggi. Ternyata timbul reaksi, terbentuk senyawa-senyawa organik seperti asam amino, adenin dan gula sederhana seperti ribosa.

Hasil percobaan di atas memberi petunjuk bahwa satuan-satuan kompleks di dalam sistem kehidupam seperti lipid, gula, asam amino, nukleotida dapat terbentuk di bawah kondisi abiotik. Yang menjadi masalah utama adalah belum dapat terjawabnya bagaimana mekanisme peralihan dari senyawa kompleks menjadi makhluk hidup yang paling sederhana.
Evolusi Biologi

Alexander Oparin mengemukakan di dalam atmosfer primitif bumi akan timbul reaksi-reaksi yang menghasilkan senyawa organik dengan energi pereaksi dari radiasi sinar ultra violet. Senyawa organik tersebut merupakan "soppurba" tempat kehidupan dapat muncul. Senyawa organik akhirnya akan membentuk timbunan gumpalan (koaservat). Timbunan gumpalan (koaservat) yang kaya akan bahan-bahan organik membentuk timbunan jajaran molekul lipid sepanjang perbatasan koaservat dengan media luar yang dianggap sebagai "selaput sel primitif" yang memberi stabilitas pada koaservat.

Meskipun begitu Oparin tetap berpendapat amatlah sulit untuk nantinya koaservat yang sudah terbungkus dengan selaput sel primitif tadi akan dapat menghasilkan "organisme heterotrofik" yang dapat mereplikasikan dirinya dan mengambil nutrisi dari "sop purba" yang kaya akan bahan-bahan organik dan menjelaskan mekanisme transformasi dari molekul-molekul protein sebagai benda tak hidup ke benda hidup.

Teori evolusi kimia telah teruji melalui eksperimen di laboratoriurn, sedang teori evolusi biologi belum ada yang menguji secara eksperimental. Walaupun yang dikemukakan dalam teori itu benar, tetap saja belum dapat menjelaskan tentang dari mana dan dengan cara bagaimana kehidupan itu muncul, karena kehidupan tidak sekadar menyangkut kemampuan replikasi diri sel. Kehidupan lebih dari itu tidak hanya kehidupan biologis, tetapi juga kehidupan rohani yang meliputi moral, etika, estetika dan inteligensia.

Pendahuluan
Biologi Kelas 3 > Evolusi       132

< Sebelum Sesudah >

Evolusi ialah proses perubahan yang berlangsung sedikit demi sedikit dan memakan waktu yang lama.

Dikenal 2 macam evolusi:

1. Evolusi progresif :
evolusi meonju pada kemungkinan dapat bertahan hidup (survive).

2. Evolusi regresif (retrogreslf) :
evolusi menuju pada kemungkinan menjadi punah.

Teori evolusi merupakan perpaduan antara ide (gagasan) den fakta (kenyataan). Yang dianggap sebagai pencetus ide evolusi ialah Charles Darwin (1809-1892) yang menerbitkan buku mengenai asal mula spesies pada tahun 1859, dengan judul "On the ofiginof species by means of natural selection" atau "The preservation of favored races in the struggle for life".

Alfred Wallace (1823-1913) secara terpisah mengembangkan pemikirannya dan menghasilkan konsepsi yang sama dengan pendapat Charles Darwin.

Joseph Hooker, teman Charles Darwin menggabungkan tulisan Alfred Wallace den Charles Darwin. Judul kedua tulisan tersebut menjadi "On the tendency of species to from vafieties and on the perpetuation of vafieties and species by natural means of selection".

Yang Mengilhami Gagasan Evolusi Charles Darwin
Biologi Kelas 3 > Evolusi       133

< Sebelum Sesudah >

Yang dianggap mengilhami Charles Darwin dengan gagasan evolusinya adalah

1. Jean Baptiste Lamarck (ahli biologi Pera~uis, 1744-1829).
Yang idenya mengenai evolusi dituangkan dalam bukunya "Philosophic
Zoologique".

Inti isi buku tersebut :

1.1. Alam sekitar/lingkungan (environment) mempunyai pengaruh pada
ciri-ciri/sifat-sifat yang diwariskan.
1.2. Ciri-ciri/sifat-sifat yang didapat (auquired characters) akan
diwariskan kepada keturunannya.
1.3. Organ yang digunakan akan berkembang, sedan" yang tidak
digunakan akan mengalami kemunduran.

2. Sir Charles Lyell (ahli geologi Inggris, 1797-1875).
Yang menerbitkan buku mengenai prinsip-prinsip geologi "Principles
of Geology" (1830) menyatakan bahwa batuan, pulau-pulau dan
benua selalu mengalami perubahan.

3. Thomas Robert Mathus (ahli ekonomi den kependudukan Inggris).

Pro Kontra Masalah Evolusi
Biologi Kelas 3 > Evolusi       134

< Sebelum Sesudah >

Pro dan kontra tentang berbagai pendapat tentang masalah evolusi

1. Lamarck vs Weismann :
Weismann (biologiawan Jerman 1834-1912) menentang pendapat Lamarck mengenai diturunkannya sifat-sifat yang diperoleh.

Percobaannya : Dia mengawinkan 2 ekor tikus yang dipotong ekornya ternyata keturunannya tetap berekor panjang. Keadaan ini tetap berlangsung meskipun dilakukan sampai 20 generasi.
2. Lamarck vs Darwin :
Mereka berbeda pendapat mengenai "munculnya" jerapah berleher panjang.

Menurut Lamarck : semula jerapah berleher pendek karena makanan yang berupa daun makin berkurang maka dari generasi ke generasi leher jerapah semakin panjang untuk menjangkau daun yang semakin tinggi letaknya.

Menurut Darwin : dalam populasi jerapah ada yang berleher panjang dan berleher pendek. Dalam kompetisi mendapatkan makanan jerapah berleher panjang tetap bertahan hidup jerapah berleher pendek lenyap secara perlahan-lahan.

3. Spesiasi atau terjadinya spesies baru:
Ada pendapat spesies baru bisa terjadi dari spesies yang sudah ada karena interaksi antara faktor luar dan faktor dalam. Mekanismenya dapat dijelaskan dengan rumus :

F = G + L,

F = fenotip,
G = genotip,
L = lingkungan

maka bila F1 Þ F2 Þ F3 Þ F4 Þ F5 Þ .............. F12, dimana F12 mungkin sudah jauh berbeda dengan F1 sehingga F12 dapat dinyatakan sebagai spesies baru.

Memahami Masalah Evolusi
Biologi Kelas 3 > Evolusi       135

< Sebelum Sesudah >

Untuk dapat memahami masalah evolusi, perlu dipahami pengertian-pengertian berikut :

A. Pengertian Spesies
Populasi-populasi yang masih mungkin mengadakan pertukaran gen dikatakan termasuk dalam satu spesies.
Variasi atau perbedaan morfologi fisiologi ataupun kelakuan tidak menjadi alasan dipisahkannya dua populasi menjadi dua spesies yang berbeda.

B. lsolasi Reproduksi
Barier (hambatan) geografik dapat memungkinkan terjadinya pemisahan dua populasi (allopatric) keadaan ini memungkinkan terjadinya isolasi reproduksi meskipun kedua populasi tersebut berada dalam satu lingkungan kembali (sympatrik).

C. Macam-macam Isolasi Intrinsik
1. Mekanisme yang mencegah/menghalangi terjadinya perkawinan:
1.1. Isolasi ekogeografi
1.2. Isolasi habitat
1.3. Isolasi iklim/musim
1.4. Isolasi perilaku
1.5. Isolasi mekanik

2. Mekanisme yang mencegah terjadinya hibrida:
2.1. Isolasi gamet
2.2. Isolasi perkembangan
2.3. Ketidakmampuan hidup suatu hibrida

3. Mekanisme yang mencegah kelangsungan hibrida:
3.1. Kemandulan betina
3.2. Eliminasi hibrida yang bersifat selektif

D. Spesiasi Sebagai Akibat Adanya Poliploid
Contoh : pada tanaman bunga Oenothera lamarckiana yang mempunyai
14 kromosom, karena adanya peristiwa gagal berpisah (non-
disjungtion) terjadi keturunan dengan 28 kromosom yang
kemudian diberi nama Oenothera gigas.

Kedua Oenothera tersebut dibedakan spesiesnya oleh karena
pada persilangan antara keduanya akan menghasilkan
keturunan yang triploid dan kemudian ternyata steril.

E. Radiasi Adaptif
Contoh klasik radiasi adaptif adalah variasi dari burung finch di kepulauan Gallapagos, perbedaannya pada besar dan bentuk paruh, kebiasaan makan dan pada kelakuan yang lain.

F. Divergensi, Kepunaban, Konvergensi
Peristiwa radiasi adaptif merupakan peristiwa dimana dari satu spesies timbul dua atau beberapa spesies.

Kalau dibuat garis keturunannya maka terlihat adanya garis-garis yang menyebar (divergen) oleh sebab itu peristiwa ini disebut divergensi.
Banyak sebab-sebab kepunahan, antara lain karena perubahan alam sekitar yang begitu cepat yang tidak dapat diikuti dengan adaptasi/
re-adaptasi makhluk hidup tersebut, juga sebab-sebab biologik, seperti adanya peristiwa kompetisi antara organisme yang mempunyai kebutuhan sama.

Konvergensi adalah peristiwa dimana dua makhluk atau lebih menghuni tempat hidup yang sama, tetapi makhluk tersebut memiliki asal-usul yang berbeda, hubungan yang jauh tetapi kemudian karena berada dalam tempat yang sama mempunyai organ-organ yang fungsinya serupa.

Memahami Masalah Evolusi
Biologi Kelas 3 > Evolusi       135

< Sebelum Sesudah >

Untuk dapat memahami masalah evolusi, perlu dipahami pengertian-pengertian berikut :

A. Pengertian Spesies
Populasi-populasi yang masih mungkin mengadakan pertukaran gen dikatakan termasuk dalam satu spesies.
Variasi atau perbedaan morfologi fisiologi ataupun kelakuan tidak menjadi alasan dipisahkannya dua populasi menjadi dua spesies yang berbeda.

B. lsolasi Reproduksi
Barier (hambatan) geografik dapat memungkinkan terjadinya pemisahan dua populasi (allopatric) keadaan ini memungkinkan terjadinya isolasi reproduksi meskipun kedua populasi tersebut berada dalam satu lingkungan kembali (sympatrik).

C. Macam-macam Isolasi Intrinsik
1. Mekanisme yang mencegah/menghalangi terjadinya perkawinan:
1.1. Isolasi ekogeografi
1.2. Isolasi habitat
1.3. Isolasi iklim/musim
1.4. Isolasi perilaku
1.5. Isolasi mekanik

2. Mekanisme yang mencegah terjadinya hibrida:
2.1. Isolasi gamet
2.2. Isolasi perkembangan
2.3. Ketidakmampuan hidup suatu hibrida

3. Mekanisme yang mencegah kelangsungan hibrida:
3.1. Kemandulan betina
3.2. Eliminasi hibrida yang bersifat selektif

D. Spesiasi Sebagai Akibat Adanya Poliploid
Contoh : pada tanaman bunga Oenothera lamarckiana yang mempunyai
14 kromosom, karena adanya peristiwa gagal berpisah (non-
disjungtion) terjadi keturunan dengan 28 kromosom yang
kemudian diberi nama Oenothera gigas.

Kedua Oenothera tersebut dibedakan spesiesnya oleh karena
pada persilangan antara keduanya akan menghasilkan
keturunan yang triploid dan kemudian ternyata steril.

E. Radiasi Adaptif
Contoh klasik radiasi adaptif adalah variasi dari burung finch di kepulauan Gallapagos, perbedaannya pada besar dan bentuk paruh, kebiasaan makan dan pada kelakuan yang lain.

F. Divergensi, Kepunaban, Konvergensi
Peristiwa radiasi adaptif merupakan peristiwa dimana dari satu spesies timbul dua atau beberapa spesies.

Kalau dibuat garis keturunannya maka terlihat adanya garis-garis yang menyebar (divergen) oleh sebab itu peristiwa ini disebut divergensi.
Banyak sebab-sebab kepunahan, antara lain karena perubahan alam sekitar yang begitu cepat yang tidak dapat diikuti dengan adaptasi/
re-adaptasi makhluk hidup tersebut, juga sebab-sebab biologik, seperti adanya peristiwa kompetisi antara organisme yang mempunyai kebutuhan sama.

Konvergensi adalah peristiwa dimana dua makhluk atau lebih menghuni tempat hidup yang sama, tetapi makhluk tersebut memiliki asal-usul yang berbeda, hubungan yang jauh tetapi kemudian karena berada dalam tempat yang sama mempunyai organ-organ yang fungsinya serupa.

Rabu, 25 Agustus 2010

Diabetes Melitus ( DM )

Empat pesan utama WHO dan International Diabetes Federation ( IDF ) dalam program Diabetes Action 2004
1. Diabetes Melitus adalah kondisi yang mengancam nyawa seseorang
2. Diabetes Melitus adalah kondisi yang kerap di jumpai, saat ini pravalesinya meningkat pesat di seluruh  dunia
3. Penderita DM dapat teteap hidup secara penuh dan sehat
4. Dalam banyak kasus, DM dapat dicegah

Apa itu Diabetus Militus adalah kondisi menahun yang terjadi akibat organ pankreas tidak mampu memproduksi insulin, atau tubuh tak dapat menggunakan insulin secara efektif.
Insulin adalah hormon yang berperan penting dalam proses pengaturan kadar gula dalam darah. Oleh karena itu, penyandangan diabetes memiliki kadar gula yang tinggi

Jenis Diabetes Melitus
Secara garis besar ada 2 tipe DM, yaitu yang disebabkan oleh tidak adanya insulin sama sekali ( tipe DM I ) dan tidak sfektifnya kerja insulin ( DM Tibe II )
Sebagian besar pendertia adalah tipe - 2. Selain itu ada DM gestational , yaitu  tipe DM yang muncul ketika penderita hamil dan juga terdapat DM yang disebabkan oleh  obat, penyakit lain.

Penyebab Diabetes Melitus
1. Kelainan genetik
2. Penyatkit autoimum
3. Pada hidup dan makan yang tidak sehat
4. Tidak diuketahui sebabnya (idopatik )

Faktor resika DM
1. riwayat keluarga dengan DM
2. Umur
3. Riwayat DM  gestational / kehamilan

Faktor resiko
1. kelebihan  berat badan
2. Kurangnya aktifitas fisik
3. Tekanan darah tinggi
4. Kelebihan / ketakseimbangan lemak/kolesterol
5. Pola makan tak sehat

Gejala klinis khas penderita DM
1. Sehing kencing (poliura )
2. Sering haus ( polidipsia )
3. sering merasa lapar ( polifagia )
4. Penurunan berat badan secara drastis

Prinsip pengobatan
a. Jangka pendek
- Hilangnya keluhan dan gejala DM
- Rasa nyaman
- Glukosa dara terkendali sesuai target
b. Jangka panjang
    Mencegah dan menghambat perburuan komplikasi pada pembuluh dara jantung dan sistem saraf

Komplikasi
Komplikasi dapat terjadi bila pengendalian gula darah tidak berhasil mencapai target
Contoh : terjadi pada pembuluh darah kecil
              Di retina berakibat kebutaan
              Di ginjal berakibat gagal ginjal
Contoh : terjadi pada pembuluh darah besar
              Serangan jantung
              Strok
              Penyumbatan pembuluh darah tungkai
              Keseutan dan rasa nyeri seperti terbakar

Pencegahan
Pencegahan primer  : upaya mengendalikan faktot-faktor resiko bagi mereka yang belum terkena DM.
  1. Mencegah dan mengatasi kegemukan
  2. Melakukan oleh raga secara teratur
  3. Mengobati hipertensi
  4. Mengobati disiplidema ( mengetur kadar lemak dan kolesterol tubuh )
  5. Pola makan sehat, seimbang, dan tidak berlebihan
Pencegahan sekunder :  bagi yang sudah terkena dilakukan agar tidak terjadi koplikasi
Pencgehan tersier  : agar komplikasi tidak menimbulkan kecacatan

Rabu, 16 Desember 2009

APLIKASI TEKNIK NUKLIR PADA PEMULIAAN TANAMAN SORGUM

Sorgum merupakan tanaman potensial untuk dibudidayakan dan dikembangkan di Indonesia, khusunya pada daerah kering. keunggulan sorgum terletak pada sifat ketahanan terhadap kekeringan, produksi tinggi, biaya produksi relatih rendah serta lebih tahan terhadap serangan hama dan penyakit.
Di Indonesia tanaman ini banyak ditanam di pulau Jawa, NTB dan NTT, namun produksinya masih sangatlah rendah, bahkan secara umum belum tersedia di pasar lokal. Dalam penyediaan bahan pangan sorgum menduduki urutan ke lima setalah padi, gandum, jagung dan barley. Dalam pengolahannya biji sorgum dapat disosoh menjadi beras sorgum yang kemudian menjadi nasi atau bubur sorgum.

Tabel : Perbandingan Kndungan nutris sorgum dengan bahan pangan lain
Unsur Nutrisi
Kandungan / 100 g
Beras
Sorgum
Singkong
Jagung
Kedelai
Kalori ( cal )
360
332
146
361
286
Protein ( g)
6.8
11.0
1.2
8.7
30.2
Lemak ( g )
0.7
3.3
0.3
4.5
15.6
Karbohidrat ( g )
78.9
73.0
34.7
72.4
30.1
Kalsium ( mg )
6.0
28.0
33.0
9.0
196.0
Besi ( mg )
0.8
4.4
0.7
4.6
6.9
Pospor ( mg )
140
287
40
380
506
Vit. B ( mg )
0.12
0.38
0.06
0.27
0.93
Sumber : Direktorat Gizi . Departemen Kesehatan RI
Di pasar lokal sorgum ini juga dikenal dengan sebutan jagung cantel, yang dapat ditanam di sela-sela tanaman budi daya yang memiliki potensi yang besar dan prospektif untuk dibudidayakan dan di kembangkan karena memiliki daya adaptasi terhadap lingkungan yang ekstrim dibandingkan dengan tanaman yang lain.
Dalam penelitian, perbaikan varietas tanaman sorgum melalui pemuliaan  tanaman dengan teknologi nuklir ( teknik mutasi ) oleh Badan Tenaga Nuklir Nasional ( BATAN ) , dalam penelitian tersebut terjadi penaingkatan kualitas variasi dari sorgum " Durra " yang berasal dari ICRISAT, India melalui teknik mutasi induksi dengan menggunakan sinar Gamma. Seleksi tanaman dilakukan untuk mendapatkan galur-galur dengat sifat agronomi dan kualitas yang lebih unggul dari induknya. Selanjutnya hasil seleksi galur murni tanaman diuji performa dan daya hasilnya pada lahan dengan kondisi kekeringan ( marginal )
Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan produksi sorgum untuk  mendukung upaya ketahanan pangan dan pakan ternak masyarakat. khususnya selama musim kering.

Minggu, 15 November 2009

ADAPTASI

Kehidupan organisma merupakan hal yang sangat penting demi kelangsungan hidupnya. Proses alam yang kadang-kadang membuat mereka harus berbuat sesuatu untuk dapat mengahadapinya, baik diri sendiri ataupun kelompok.
Munculnya berbagai macam penyakit baru dan bencana alam yang menimpa setiap makhluk diperlukan usaha yang nyata dalam menghindar dan mengadapi hal tersebut. Afdaptasi adalah salah satu cara yang harus dilakukan oleh setia makhluk hidup agar dapat bertahan hidup lebih lama dan kemudian berkembang biak.
tyehnik atau cara adaptasi masing-masing makhluk hidup berbeda-beda. adapun bentuk-bentuk adaptasi antaralain :
  1. Adaptasi Morfologi : mana makhluk hidup dengan mengubah penampilan bentuk tubuhnya untuk mengatasi adanya perubahan lingkungan. Misal : *) bentuk paruh burung berbeda karena jenis makanan masing masing burung berbeda.. *) Tipe mulut pada serangga berbeda karena jenis makanan yang berbeda pula. *) Tumbuhan Xerofit tumbuhan yang hidup di daerah kering bentuk adaptasinya adalah bertunjuan untuk mengurangi jumlah air yang harus keluar melalui transpirsi yaitu dengan melapisi lilin pada daunnya, daun berukuran kecil dan tebal, akarnya panjang, stomata sedikit , daun memiliki spon untuk menyimpan air. *) Sedangkan tuymbuhan Hidrofit/Higrofit yaitu tumbuah yang hidup di daerah kaya akan air tentunya dia harus memperbanyak air yang keluar dari dalam tubuhnya agar tidak terjadi plasmolisis pada sel-sel tubuhnya. Oleh karena itu bentuk penyesuannya adalah: daun lebar dan tipis, stomata banyak, lapisan lilin pada permukaan daun tipis, batang berongga, akar pendeng-pendek.
  2. Adaptasi tingkah laku ( Behavior ) : Bentuk tingkah laku hewanyang titunjukan merupakan bentuk adaptasi terhadap perubahan alam. Kondisi yang sangat panas kebau suka berkubang di lumpuyr untuk mengurangi suhu yang terlalu panas dan penguapan yang terlalu tinggi, rayap suka makan kelupasan kulitnya guna mendapatkan flagelata yang dapat menghasilkan enzim selulosa penghancur kayu, bunglon mengelabui predator dan mangsanya dengan mimikri / merubah warna kulitnya sesuai dengan kondisi lingkungannya, ponhon jati meranggas/menggurkan daun di musim panas guna mengurangi penguapan, cicak melalkukan autotomi/memutus ekornya gun mengelabui predatornya, bagaimana dengan beruang dikutp mengatasi musim dingin ? dia akan melakukan hibernasi dengan memakan makanan yang banyak guna beristirahat di musim dingin. bagaimana dengan unta di daerah yang panas yaitu dengan melakukan estifasi membuat kantong air pada tubuhnya. 
  3. Adaptasi Fisiologi : Perbedaan kadar oksigen daerah pegunungan dan daerah dataran rendah mengharuskan meningkatkan jumlah eritrosit taupun mengurangi jumlah eritrosit. Orang dataran rendah mempunyai eritrosit sedikit karena jumlah oksigen ditaran rendah tinggi, sebaliknya Orang dataran tinggi memiliki kadar eritrosit lebih banyak karena kadar oksigen dataran tinggi/pegunungan rendah . Bagaimana dengan ikan ? Ikan memiliki organ yang dapat mengatur kadar garam / salintis lingkungannya dengan cara memperbanyak kencing dan sedikit minum, sedangkan ikan yang hidup di daerah berkadar garamn tinggi dengan caa buang air kecil sedikitmungkin dan mibum air sebanyak mungkin.
Bagaimana dengan manusia ? manusia merupakan jenis maklhuk hidup yang paling pandai dalam beradaptasi dimanapun dan kapun terhadap perubahan lingkungan yang ada disekitarnya  .

Kamis, 12 November 2009

PENCEMARAN LINGKUNGAN

Keseimbangan lingkungan secara alami dapat berlangsung karena berbagai hal, yaitu komponen-komponen yang terlibat dalam aksi-reaksi dan berperan sesuai kondisi keseimbangan, pemindahan energi dan siklus beogeokimia dapat berlangsung
Keseimbangan lingkungan dapat terganggu bila terjadi perubahan berupa pengurangan fungsi dari komponen yang dapat menyebabkan putusnya mata rantai dalam ekosistem. Salah satu penyebab terjadinya gangguan adalah polusi atau penmcemaran
Polusi lingkungan adalah masuknya makhluk hidup, zat energi, dan komponen lain ke dalam lingkungan atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau proses alam sehingga terjadi penurunan kualitas ligkungan sampai ketingkat tertentu menyebabkan lingkungan menjadi kurang berfungsi lagi.
Polutan merupakan zat yang dapat menyebabkan terjadinya polusi, dia baru dikatakan sebagai polutan jika keberadaanya telah menggu atau menyebabkan kerugian terhadap makhluk hidup.
Sifat- sifat polutan antara lain
1. Merusak untuk sementara, tetapi bila telah bereaksi dengan zat lingkungan tidak merusak lagi
2. Merusak dalam jangka panjang, artinya dalam konsentrasi rendah tidak menimbulkan pencemaran, namun       jika sudah terjadi penumpukan akan menyebabkan pencemaran.
Macam-macam pencemaran
1. Pencemaran udara oleh ( H2S, CO, CO2, SO2, CFC ( pendingin )
2. Pencemaran air oleh sampah organik maupun sampah an organik baik yang berasal dari sampah rumah             tangga ataupun pabrik  
3. Pencemaran tanah disebabkan oleh sampah plastik yang sulit di uraikan, tumpahan minyak/diterjen yang           dapat membunuh mikroba penguran dalam tanah, Sampah kimia misalnya insektisida 
4. Polusi suara yang disebabkan oleh suara kendaraan atau mesin-mesin pabrik, radio tape yang membunyikan     terlalu keras 
Parameter yang dapat gunakan untuk menentukan adanya pencemaran :

Parameter kimia
Meliputi CO2, pH, alkalinitas, fosfor dan logam berat

Parameter biokimia 
BOD yaitu jumlah oksigen dalam air. Cara mengukurnya adalah dengan menyimpan air yang sudah diketaui kandungan oksigenya selama 5 hari , kemudia kadar oksigen di ukur kembali, jika terjadi penurunan samap di bawah 3 ppm berarti terjadi pencemaran.

Parameter fisik 
Parameter fisik meliputi temperatur, warna, rasa, bau, kekeruhan, dan radioaktivitas

Parameter biologi 
Parameter biologi meliputiada atau tidaknya mikroorganisma, misalnya bakteri E Coli, virus, bentos, dan plangton

Sehubungan dengan kelangsungan pemanfaatan sumber daya alam dan agar lingkungan tetap lestari, tatanan/tata cara lingkungan itu sendiri harus diperhatikan.
 

Selasa, 10 November 2009

KEMATIAN EKOSISTEM AIR

Ekosistem air merupakan ekosistem yang banyak memerlukan perhatian yang lebih oleh manusia. Banyaknya kematian organisma disekitar ekosistem air akibat adanya kerusakan atau tercemarnya air oleh limbah kimia atapun limbah organik yang ada di dalamnya.

Tingkat salinitas dan pH air juga sangat berpengaruh terhadap kondisi ekosistem air. Misal pH terlalu rendah dan terlalu tinggi membuat kehidupan di air harus melakukan adaptasi yang hebat untuk mengatasi perubahan lingkungan air yang mendadak, dan sangat dimungkinkan akan berakibat fatal bagi organisma air yaitu ber ujung dengan kematian.

Suburnya perairan sungai yang disebabkan oleh melimpahnya mineral/pupuk petani yang dipergunakan memumupuk tanaman di sawah yang masuk kedalam perairan menyebabkan terjadinya euterofikasi yaitu munculnya tanaman ( enceng gondok dan tanaman air lainnya ) di perairang yang tumbuh subur. Dampak yang ditimbulkannya adalah jumlah atau kadar oksigen di dalam air sangat menurun sehingga hewan air yang tidak mempunyai alat penyimpan oksigen ( labirin ) akan mengalami dampak yang luar biasa.

Dengan matinya salah satu organisma air dalam rantai makanan, maka akan membunuh anggota rantai makanan yang lain. Dengan demikian rantai makanan tersebut akan putus atau punah.

Kamis, 05 November 2009

CIPLUKAN

Ciplukan tanaman pengganggu pada tanaman budidaya yang di tanam oleh petani, banyak orang belum tahu manfaat dari tanaman dan buah ciplukan itu sendiri, sehingga banyak orang yang mengabaikan keberadaanya.
Ciplukan mempunyai kadar vitamin C yang tinggi sehingga dapat digunakan untuk meningkatkan daya tahan tubuh dalam menghadapi bibit atau kuman penyakit yang masuk ke dalam tubuh manusia.
Pada orang yang menderita tekanan darah tinggi dan batu ginjal atau kencing batu dapat mempergunakan rebusan tanaman ciplukan untuk menurunkan tekanan darah dan menghancurkan batu. Disamping itu ciolukan juga dapat digunakan untuk melepas dahaga .
Ciri-ciri tanaman ciplukan :
- Batang berdaging
- termasuk tanaman dikotil
- daun tipis lebar
- ketinggiamn tanaman tidak mencapai 1 M karena termasuk tanaman semak-semak
- daun seperti bulat telur terbalik
- tepi daun bertoreh
- bunga seperti bunga cabe
- buah kecil dan tertutup oleh daun buah
- akarnya tunggang
- Waktu buah ketika ber umur 1 bulan
Buah ciplukan pada usia muda kandungan vitamin C nya tinggi dan padsa usia tua vitamin C nya turun di ganti peningkatan kadar gula pada buahnya.