| Unsur Nutrisi | Kandungan / 100 g | ||||
| Beras | Sorgum | Singkong | Jagung | Kedelai | |
| Kalori ( cal ) | 360 | 332 | 146 | 361 | 286 |
| Protein ( g) | 6.8 | 11.0 | 1.2 | 8.7 | 30.2 |
| Lemak ( g ) | 0.7 | 3.3 | 0.3 | 4.5 | 15.6 |
| Karbohidrat ( g ) | 78.9 | 73.0 | 34.7 | 72.4 | 30.1 |
| Kalsium ( mg ) | 6.0 | 28.0 | 33.0 | 9.0 | 196.0 |
| Besi ( mg ) | 0.8 | 4.4 | 0.7 | 4.6 | 6.9 |
| Pospor ( mg ) | 140 | 287 | 40 | 380 | 506 |
| Vit. B ( mg ) | 0.12 | 0.38 | 0.06 | 0.27 | 0.93 |
Rabu, 16 Desember 2009
APLIKASI TEKNIK NUKLIR PADA PEMULIAAN TANAMAN SORGUM
Minggu, 15 November 2009
ADAPTASI
- Adaptasi Morfologi : mana makhluk hidup dengan mengubah penampilan bentuk tubuhnya untuk mengatasi adanya perubahan lingkungan. Misal : *) bentuk paruh burung berbeda karena jenis makanan masing masing burung berbeda.. *) Tipe mulut pada serangga berbeda karena jenis makanan yang berbeda pula. *) Tumbuhan Xerofit tumbuhan yang hidup di daerah kering bentuk adaptasinya adalah bertunjuan untuk mengurangi jumlah air yang harus keluar melalui transpirsi yaitu dengan melapisi lilin pada daunnya, daun berukuran kecil dan tebal, akarnya panjang, stomata sedikit , daun memiliki spon untuk menyimpan air. *) Sedangkan tuymbuhan Hidrofit/Higrofit yaitu tumbuah yang hidup di daerah kaya akan air tentunya dia harus memperbanyak air yang keluar dari dalam tubuhnya agar tidak terjadi plasmolisis pada sel-sel tubuhnya. Oleh karena itu bentuk penyesuannya adalah: daun lebar dan tipis, stomata banyak, lapisan lilin pada permukaan daun tipis, batang berongga, akar pendeng-pendek.
- Adaptasi tingkah laku ( Behavior ) : Bentuk tingkah laku hewanyang titunjukan merupakan bentuk adaptasi terhadap perubahan alam. Kondisi yang sangat panas kebau suka berkubang di lumpuyr untuk mengurangi suhu yang terlalu panas dan penguapan yang terlalu tinggi, rayap suka makan kelupasan kulitnya guna mendapatkan flagelata yang dapat menghasilkan enzim selulosa penghancur kayu, bunglon mengelabui predator dan mangsanya dengan mimikri / merubah warna kulitnya sesuai dengan kondisi lingkungannya, ponhon jati meranggas/menggurkan daun di musim panas guna mengurangi penguapan, cicak melalkukan autotomi/memutus ekornya gun mengelabui predatornya, bagaimana dengan beruang dikutp mengatasi musim dingin ? dia akan melakukan hibernasi dengan memakan makanan yang banyak guna beristirahat di musim dingin. bagaimana dengan unta di daerah yang panas yaitu dengan melakukan estifasi membuat kantong air pada tubuhnya.
- Adaptasi Fisiologi : Perbedaan kadar oksigen daerah pegunungan dan daerah dataran rendah mengharuskan meningkatkan jumlah eritrosit taupun mengurangi jumlah eritrosit. Orang dataran rendah mempunyai eritrosit sedikit karena jumlah oksigen ditaran rendah tinggi, sebaliknya Orang dataran tinggi memiliki kadar eritrosit lebih banyak karena kadar oksigen dataran tinggi/pegunungan rendah . Bagaimana dengan ikan ? Ikan memiliki organ yang dapat mengatur kadar garam / salintis lingkungannya dengan cara memperbanyak kencing dan sedikit minum, sedangkan ikan yang hidup di daerah berkadar garamn tinggi dengan caa buang air kecil sedikitmungkin dan mibum air sebanyak mungkin.
Kamis, 12 November 2009
PENCEMARAN LINGKUNGAN
Selasa, 10 November 2009
KEMATIAN EKOSISTEM AIR
Kamis, 05 November 2009
CIPLUKAN
Rabu, 04 November 2009
KOMPOSTING
Dalam pembuatannya banyak melibatkan mikroba tanah sebagi detritus maupun detrivor. Pembutannya dengan tehnik yang sangat sederhana.
a. Tehnik penanaman di dalam tanah
1. Siapkan lubang tanah yang diperlukan
2. Siapkan stater atau kompos yang sudah jadi sebagai pemacu kerja mikroba
3. Rajang/potong-potong sampah organik yang akan dikomposkan
4. Jika sampah itu dalam keadaan kering, maka basahilah agar kondisi sesuai dengan keinginan mikroba
5. Aduk secara merata antara sampah organik dengan stater
6. Tanam pada tanah yang telah kita siapkan
7. Tunggu 2 s/d 3 minggu kompos sudah siap dipakai
b. Thenik dengan menggunakan keranjang \
1. Siapkan keranjang nkoposting yang diperlukan
2. Siapkan stater atau kompos yang sudah jadi sebagai pemacu kerja mikroba
3. Rajang/potong-potong sampah organik yang akan dikomposkan
4. Jika sampah itu dalam keadaan kering, maka basahilah agar kondisi sesuai dengan keinginan mikroba
5. Aduk secara merata antara sampah organik dengan stater
6. Masukkan adonan ke dalam keranjang yang telah kita siapkan
7. Tutup dengan kasa berisi sekam untu, siegulasi gas
8. Tutup dengan kain berwarna gelap untuk mencegah agar lalat/serangga tidak keluar dari keranjang
komposting
9. Tuggu 2 s/d 3 mingg kompos siap dipergunakan.
Selamat mencoba
Rabu, 28 Oktober 2009
Profil ku
Kota lahir : Jombang
Tgl lahir : 10 September 1967
Pendidikan
SD Jombatan 3 Jombang lulus 1981
SMP N 1 Jombang lulus tahun 1984
SMA Muhammadiyah I Jombang tahun 1987
UMM FKIP Biologi tahun 1991
UTS Magistra Managemen Pendidikan lulus tahun 2007
Karir dalam bidang pendidikan
1. Anggota PKG Biologi 1994
2. Angoota MGMP Biologi tahun 1995 sampai sekarang
3. Ketua MGMP periode 2005 s/d 2007
4. Pelatihan KTSP di Batu Malang tahun 2005
5. Pelatihan lingkungan hidup Di PPLH Seloliman Trawas Mojokerto 2005
6. Workshop Leson stydi wilayah Timur Indonesia 2005
7. Worksop Nuklir ( Nurtanio )
8. Bintek KTSP Propinsi Jawa timur
9. Workshop kehutanan
10. Tim perumus pengembengan kurikulum muatan lokan ( KMDM ) dinas pendidikan Kab. Jombang
11. Nara Sumber Pengembangan Kurikulum muatan lokal
12. Bintek KTSP dirjen pendidikan nasional
14. Nara sumber bina Siswa Radio Pendidikan Kab. Jombang
15. Nara sumber workshop penulisan soal UAN SMA PGRI Jombang
16. Nara Sumber sistem penilaian KTSP
Riwayat pekerjaan
1991 mengajar di SMA Patriot Peterongan Jombang s/d sekarang
1993 s/d 1996 mengajar di SMP Muhammadiyah I Jombang
1995 Mengajar di SMA Muhammadiyah I jombang
1995 Wakil kepala sekolah SMA Patriot peteringan bidang kurikulum
2000 Wakil Kepala sekolah SMA Muhammadiyah I Jombang bidang kurikulum
2004 Diangkat menjadi guru Bantu Pusat
2004 Diangkat menjadi Kepala Sekolah SMA Patriot Peterongan Jombang
2005 Diangkat menjadi PNS Pemkab Jombang bertugas di SMA Negeri Bareng Jombang
2006 Diangkat menjadi Wakil kapala Sekolah Di SMA Negeri Bareng bidang kesiswaan
2008 Mutasi di SMA Muhammadiyah I Jombang
Bidang sosial
Bendahara RT 01 Desa Jombatan
Ketua RT 02 Sambong Indah Jombang
Sekertaris RW Sambong Indah
Anggota Donor PMI 1987 s.d sekarang
Mendapat penghargaan donor darah yang ke 75 dari Mari Muhamad
Rabu, 21 Oktober 2009
KEANEKARAGAMAN HAYATI
a. Keanekaragaman Hayati Tingkat Gen
Susunan genetik satu jenis diturunkan dari generasi ke generasi berikutnya. Untuk melihat keanekaragaman hayati tingkat gen, amati ciri-ciri yang ada pada tumbuhan dan hewan Contoh : Vareitas padi, varietas jagung dll
b. Keanekaragaman Hayati Tingkat Jenis
Makhluk hidup satu jenis (spesies) ditunjukkan dengan ciri-ciri yang sama dapat melakukan perkawinan yang menghasilkan keturunan fertile (subur).
Keanekaragaman hayati tingkat jenis dapat ditunjukkan adanya variasi jenis-jenis makhluk hidup yang terdapat dalam satu famili. Contoh : kelapa, aren dan pinang. Untuk hewan anjing, kucing, singa dan harimau.
c. Keanekaragaman Hayati Tingkat Ekosistem
Semua makhluk hidup berinteraksi dengan lingkungan baik biotik (berupa makhluk hidup) maupun abiotik (berupa makhluk tak hidup atu faktor fisik). Baik faktor biotik maupun abiotik bervariasi, oleh karena itu ekosistem yang merupakan kesatuan faktor biotik maupun abiotik menjadi bervariasi pula.
Contoh : Ekosistem air tawar, ekosistem air laut, ekosistem pantai, ekosistem darat yang bervariasi (ekosistem hutan basah, ekosistem